LANGSA- Masyarakat Kota Langsa sudah mulai ragu dengan kualitas Pembangunan Rumah Rakit Umum Regional (RSUR) Kota Langsa. Sampai-sampai meminta pers Kota Langsa di minta awasi, karena pembangunan gedung tersebut tidak satu rekanan tapi sudah empat rekanan, pembangunan di mulai tahun 2019 lalu,” ungkapnya.
” Sampai sekarang sudah empat perusahaan rekanan yang melaksanakan Pembangunannya, tentunya keempat perusahaan itu hanya menyambung pekerjaan rekanan lain,” ujarnya.
Masyarakat mengatakan, hanya pers yang jujur mengawasi setiap pembangunan proyek pemerintah. Pembangunan RSUR Jika tidak di awasi nasibnya nanti akan seperti Rumah Sakit Regional Aceh Tengah belum digunakan bagian gedung ambruk, di duga saat pembangunan tidak di awasi oleh pers,” terangnya.
Seperti diutarakan oleh, Jamal, kepada media ini di salah satu cafe di Kota Langsa, pembangunan Rumah Sakit Regional Kota Langsa ini sebenarnya lambat dalam pengerjaan,” cetusnya.
” Mengapa pelaksana lanjutannya selalu mau akhir tahun, dugaannya ada praktik tarik menarik, Karena anggaran sangat besar puluhan Milyar pada proyek itu,” sebutnya.
Ia meminta pers, mengawasi kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut, karena pers lembaga yang mempunyai legelitas hukum dan dilindungi hukum dengan ada UU Pers,” pintanya.
Lanjutnya, apa yang terjadi di rumah sakit Regianal Takengon jangan terulang di rumah sakit Regianal Kota Langsa, pengawas di proyek tersebut harus setiap saat berada ditempat jika ada pers meminta keterangan sudah sejauh mana pelaksana pembangunannya.
” Kami bagian dari masyarakat sebutnya lagi, hanya mampu membaca berita yang direalisasi oleh pers, kami tidak bisa mengawasi langsung ke lokasi proyek, kami sangat berterima kepada pers yang mau memberitakan tentang fasilitas yang di bangun oleh pemerintah, karena pembangunan itu nanti juga Masyarakat yang gunakan,” imbuhnya.
Keterangan dari Dinas Kesehatan Aceh dan pelaksanaan proyek pembangunan RSUR Kota belum di peroleh, sampai berita di sampaikan ke redaksi. (MT-007)














