PEKANBARU, Riauintegritas.com – Hampir dua dekade bukan waktu singkat bagi sebuah gerakan untuk bertahan. Namun bagi Riau Women Working Group (RWWG), panjangnya perjalanan justru menjadi bukti bahwa perjuangan perempuan di Riau belum selesai.
Pesan itu disampaikan Desmaniar, S.H., M.H. (Dessi Zamaluddin), salah seorang pendiri RWWG yang kini dipercaya sebagai Dewan Pertimbangan. Dalam pandangannya, RWWG bukan sekadar organisasi perempuan, melainkan rumah yang sejak awal dibangun untuk memperjuangkan kesetaraan, pemberdayaan, lingkungan hidup, dan kemanusiaan.
Sebagai pendiri, Desmaniar mengaku bersyukur sekaligus bangga melihat organisasi yang ikut dibangunnya tetap bertahan dan bergerak setelah hampir 20 tahun.
Menurut dia, perjalanan panjang tersebut telah melahirkan rekam jejak pengabdian yang membuat RWWG memiliki posisi lebih dari sekadar organisasi berbadan hukum.
RWWG telah menjelma menjadi gerakan.
“Rekam jejak pengabdian itulah yang menjadikan RWWG bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah gerakan yang terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.”
Semangat itu kembali terasa ketika RWWG menggelar Musyawarah Besar (Mubes) VII yang dimulai pada 4 Agustus 2026. Bagi Desmaniar, forum tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang sekaligus memastikan perjuangan tetap berjalan.
“Sejak MUBES VII yang dimulai pada 4 Agustus 2026, saya kembali menyaksikan api perjuangan yang dahulu kami nyalakan tetap menyala, bahkan semakin terang.”
Desmaniar menilai, api perjuangan yang dinyalakan para pendiri tidak boleh berhenti hanya karena waktu berubah. Justru pergantian generasi harus menjadi energi baru untuk memperkuat gerakan.
“RWWG bukan sekadar organisasi. Ia adalah rumah perjuangan, tempat perempuan-perempuan tangguh berhimpun, saling menguatkan, dan melangkah bersama demi keadilan, kesetaraan, kelestarian lingkungan, serta kemanusiaan.”
Bagi Desmaniar, kekuatan RWWG juga tidak terletak pada keseragaman. Perbedaan justru menjadi bagian dari perjalanan yang membuat organisasi semakin matang.
Nilai, prinsip, dan visi yang tercantum dalam Statuta RWWG, kata dia, harus tetap menjadi kompas dalam menjalankan pengabdian.
“Saya percaya, RWWG adalah rumah bagi perempuan-perempuan yang tidak mengenal kata menyerah. Perbedaan tidak pernah memecah langkah kami, tantangan tidak pernah memadamkan tekad kami, dan perjalanan waktu justru menempa kami menjadi semakin bijaksana, semakin kuat, dan semakin kokoh.”
Pesan Pendiri: Jangan Biarkan Api Itu Padam
Sebagai salah satu orang yang ikut menyalakan api perjuangan RWWG sejak awal, Desmaniar mengingatkan bahwa keberanian dan pengabdian merupakan dua hal yang tidak boleh hilang dari perjalanan organisasi.
Ia menilai perjuangan tidak cukup hanya dengan slogan. Keberanian menyuarakan kebenaran dan keikhlasan bekerja untuk masyarakat harus tetap menjadi napas gerakan.
“Selama masih ada keberanian menyuarakan kebenaran, selama masih ada keikhlasan mengabdi kepada masyarakat, selama itu pula nyala perjuangan RWWG tidak akan pernah padam.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi Desmaniar setelah melihat perjalanan RWWG selama hampir dua dekade. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari sejarah organisasi yang dibangun bersama para perempuan yang memiliki semangat perjuangan.
“Saya bangga menjadi bagian dari sejarah RWWG. Saya bangga menjadi saudari kalian.”
Kepada para perempuan yang kini melanjutkan perjalanan RWWG, Desmaniar menitipkan pesan agar solidaritas tidak retak, langkah tidak surut, dan pengabdian tidak kehilangan arah.
“Bravo, all my sisters!”
“Kobarkan semangatmu… satukan langkahmu… teguhkan pengabdianmu… dan teruslah menjadi cahaya bagi perempuan, bagi lingkungan, serta bagi generasi yang akan datang.”
Bagi Desmaniar, keberlanjutan RWWG bukan hanya soal mempertahankan organisasi. Lebih jauh, perjuangan tersebut menyangkut warisan nilai yang akan diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Bersama RWWG, kita tidak hanya menulis sejarah, tetapi juga mewariskan harapan.”
Di tengah Mubes VII, Desmaniar berharap setiap keputusan yang lahir tetap menjaga kepentingan bersama dan memperkuat arah perjuangan RWWG ke depan.
“Selamat bermusyawarah. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap ikhtiar, menyatukan hati, dan memberkahi setiap keputusan yang lahir demi kemaslahatan bersama. Aamiin.”
Dua dekade telah berlalu. Namun bagi salah seorang pendirinya, perjuangan RWWG belum mencapai garis akhir. Api yang dulu dinyalakan justru dituntut untuk semakin terang.













