BENGKALIS- Ketua KNPI Kecamatan Rupat duduk diskusi bersama solihin bersilaturahmi berbincang membahas masa depan Pulau Rupat apa mau jadi ke depannya, Ketua Hengki juga prihatin dengan situasi Pulau Rupat pada saat ini sudah banyak menjadi sorotan di luar sana oleh karena sistem pemerintahan yang kurang transparan.
Ada kepentingan-kepentingan sepihak yang semakin menyudutkan kepentingan hak orang banyak terutama dalam sisi perekonomian kita lebih banyak menjadi penonton sementara kita sendiri masih banyak ekonomi yang lemah oleh karena kebijakan yang kurang berpihak pada Rakyat.
Dalam kesempatan ini Ketua KNPI juga menanggapi masalah ini kita tidak boleh membiarkan ini kita harus membuat suatu terobosan, agar kita bermarwah, berusaha berbuat demi tegakkan keadilan dan kemakmuran serta tidak menjadi penonton di kampung sendiri.
Pada kesempatan yang sama rekan kita Subari mengatakan, kita ini sudah banyak tertipu oleh suatu kebijakan kebijakan yang merugikan hak masyarakat hingga masyarakat banyak tak bisa berbuat apa-apa banyak hal-hal yang tidak kita ketahui, kita di adu domba oleh suatu kepentingan, untuk itu kita mesti bijak menyikapi hal-hal tersebut,” kata Subari.
Untuk agenda ke depan nanti, ada waktu kita bertemu kembali bersama Pak Zaini dan ketua Herman sharing kembali kata Solihin, Hengki dan Subari, disamping itu juga kedepan kita tidak mau anak-anak kita juga menjadi korban sulitnya ekonomi di tanah yang luas dan subur ini,” terangnya.
” Insyaallah saya akan tetap luangkan waktu disamping tugas pokok saya mengajar dan di situ ada kewajiban saya bela Negara, mudah-mudahan kita tetap istiqomah, responsibilites dan sportivitas demi Rupat, demi generasi bermarwah tidak hanya sekedar simbol dan gambar saja,” sebut Subari.
Mari kita jemput Marwah dan martabat bersama para tokoh-tokoh patriot yang ada di tanah Melayu untuk mempertahankan hak hidup kita Rakyat Rupat di negara NKRI ini, bak pepatah Melayu: Lebih Baik Mati Berdiri, daripada hidup Berlutut, pungkas Solihin. (Tim)














