Rohil, RI – Menindak lanjuti hasil rapat kordinasi kesepakatan bersama pemerintah daerah beberapa waktu yang lalu di gedung serbaguna H. Misran Rais.
Pengusaha bubu tiang yang berada dipulau halang sudah memusyawarahkan dan menetapkan pada hari ini tanggal 2 Maret melakukan pencabutan Tiang bubu yang rusak atau patah.
Proses pencabutan bubu tiang ini dihadiri dan disaksikan oleh pihak PSDKP Riau, Dinas Perikanan Rokan Hilir, Satpolairud, TNI AL, HNSI Rohil, Datuk Penghulu Pulau Halang Muka, Datuk Penghulu Pulau Halang Hulu serta perwakilan dari Mahasiswa.
Dalam hal ini salah satu perwakilan pengusaha bubu Efendi, Rabu (02/03/2022) Mengatakan, “kegiatan pencabutan tiang bubu berdasar kesepakatan bersama dengan pihak pemerintah daerah dan para pengusaha tiang bubu.
“Hasil musyawarah kita bersama teman-teman pengusaha tiang bubu, maka kita tetapkan hari ini tanggal 2 Maret melakukan pencabutan tiang bubu yang sudah rusak atau patah,” sebutnya.
Dikatakan, “Untuk armada hari ini ada sekitar 40 kapal yang dioperasikan, untuk proses pencabutan bubu tiang pihaknya menggunakan mesin hidrolitx manual, setiap satu mesin hidrolitx menggunakan dua kapal, Jadi untuk satu mesin mengguna dua kapal, 40 kapal menjadi 20 tim,” kata Efendi.
Sebutnya lagi, “pencabutan bubu tiang kita berpencar-pencar ada yang mengarah ke sebelah barat ada ke arah timur seperti disekitar Pulau Barke, Pulau Halang depan dan di sekitar Sungai Daun, untuk pencabutan tiang bubu yang sudah tidak terpakai lagi. Jadi kita bertahap lah tak mungkin dalam satu hari itu bisa terlaksana semuanya kita harus lihat pasang air surut, mungkin pada bintang berikutnya akan kita laksanakan lagi pencabutan tiang Bubu tersebut,” terangnya.
Dihari yang sama dan ditempat yang sama, Ketua HNSI Rohil, Jonaidi mengucapkan terima kasih kepada pengusaha tiang bubu yang ada di pulau halang yang telah menciptakan kekompakan.
“Kami dari HNSI Rohil mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha tiang bubu di pulau halang yang sudah menciptakan kekompakan sehingga pada hari ini terealisasi awal pencabutan tiang bubu yang mengganggu alur pelayaran di perairan Rokan hilir. Tentunya kita harapkan kekompakan dan kerjasama ini tidak terputus sampai disini saja hendaknya terus berkelanjutan semoga nelayan rokan hilir lebih maju lagi,” pungkasnya.
Diakui ketua HNSI Rohil, terealisasinya pencabutan tiang bubu tersebut tidak terlepas dari peran serta seorang pengusaha muda yang ada di pulau halang.
“Sebagai contoh, seorang tokoh muda yang berasal dari pulau halang, Efendi, beliau bersedia untuk menyatukan para pengusaha yang ada di pulau halang ini sehingga hari ini terealisasi pencabutan tiang bubu yang telah disepakati bersama kemarin, “kata Jonaidi
Ketua HNSI Rohil Jonaidi mengharapkan kepada para nelayan untuk selalu menjaga kekompakan. Jika ada masalah terkait nelayan hendaknya didudukan bersama-sama.
“kita kedepankan kebersamaan seluruh nelayan, baik itu nelayan jaring, usaha tiang bubu maupun tambak kerang. Jangan masalah kecil menjadi besar. Mari kita bersama-sama memperbaiki usaha dan merapikannya,” pintanya.**Ikang Fauzi














