PEKANBARU- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menyelesaikan tunda bayar sebanyak 71,21 persen hingga akhir tahun lalu. Penyelesaian tunda bayar ini menjadi salah satu prioritas Pemko.
“Kewajiban tunda bayar tahun 2021 telah diselesaikan sebesar 71,21 persen hingga akhir 2022. Penyelesaian seluruh tunda bayar menjadi prioritas pada tahun ini,” kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Ahad (26/3/2023).
Pada APBD 2022, Pemko masih memiliki kewajiban sekitar Rp.59 Milyiar tunda bayar. Hal ini disebabkan nilai kewajiban sampai 2021 sebesar Rp. 362 miliyar yaitu, 14,54 persen dari APBD 2022.
Kata Indra, kewajiban (tunda bayar) tersebut tak bisa diselesaikan langsung dalam satu tahun anggaran. Karena, hal itu akan berdampak menghambat prioritas pembangunan pada 2022.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun dalam silaturahmi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama pada pekan lalu menyampaikan, terkait kegiatan tunda bayar yang harus dilunasi sekitar Rp.176 miliyar saat pertama kali menjabat pada 22 Mei 2022.
Kini, utang kepada pihak ketiga itu sudah dibayar sekitar Rp.100 miliyar lebih. Salah satu bentuk utang itu adalah honor ketua RT dan RW serta insentif kader posyandu.
“Pada 2022, kami bayarkan honor ketua RT dan RW serta kader posyandu. Tahun ini, honor Ketua RT dan RW juga ditambah Rp.100.000,” ujarnya. (Arya)














