PEKANBARU- Forum komunikasi Riau Bersatu (FKRB) kecam tindakan kadis PTSP Pelalawan, karena diduga kerap bernegosiasi dalam berurusan di kantor yang beliau pimpin.
Hal ini di katakan Korlap FKRB Shagala Bimma Taryadi kepada media ini Rabu 28/3/2023. Di katakan Bimma, di awalnya kami akan menggelar aksi terkait adanya RAM di Bukit Kusumah yang diduga tak memiliki izin dan saat kami share seruan aksi, justru kami di respon berlebihan oleh Budi Surlani selaku Kadis PTSP Palelawan.
” Berdasarkan Chat yang di tunjukin Bimma, terkesan kadis PTSP sedikit kesal dengan mengatakan, kemarin rekan-rekan mahasiswa udah mempermasalahkan ini, silahkan saja kalau mau Aksi, saya nggak sanggup lagi negosiasi, tulis chat Budi kepada korlap FKRB,” ujar Shagala Bima.
Artinya, jangan-jangan kadis PTSP ini terbiasa dengan negosiasi, jika ada kritikan kepada instansi yang dipimpinnya atau kadis ini terbiasa juga negosiasi dalam berurusan di kantornya,” kata Shagala.
” Harusnya jika ada jritik atau pertanyaan terkait perizinan, di jelaskan aja sesuai aturan, gak perlulah beliau kebakaran jenggot dengan mengatakan, kebiasannya yaitu negosiasi,” sebut Shagala.
Lanjut Bimma, harus di telisik lebih dalam ini apakah produk yang di keluarkan oleh PTSP Pelalawan, apakah ada dugaan Deal-Deal negosiasi di luar aturan yang berlaku,” paparnya.
” Mengingat semua izin yang di keluarkan oleh PTSP, artinya ini tempat strategis untuk itu kami berharap kepada Aparat Penegak hukum (APH), harus mendalami produk produk yang di keluarkan PTSP,” sambung Shagala.
Karena kami melihat kadisnya diduga sudah terbiasa negosiasi, siapa tau terbawa dalam berurusan di PTSP negosiasi yang di luar Aturan.
” Kami juga sudah meminta klarifikasi apa maksud negosiasi yang di maksud kadis yang di tujukan kepada kami, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Jika negosiasi itu di tujukan kepada kami, artinya kami melihat Kadis tersebut tidak memiliki atitude,” beber Shagala Bima.
Karena menuding pihak lain tanpa dasar dan ini sangat berbahaya jika seorang pemimpin menuding miring pihak-pihak yang akan mengkritik kinerja, jika tak mau di kritik Budi Surlani sebaiknya jangan jadi pejabat publik, karna menjadi pejabat publik harus siap di kritik,” Jelasnya.
” Untuk itu kami berharap kepada Pak Bupati Pelalawan segera copot Kadis PTSP, Karena beliau kami anggap belum layak menjadi pejabat publik jika tidak siap di kritik kinerjanya,” tutup Shagala Bima.
Kadis PTSP Pelalawan ketika dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat What Shapnya belum memberi jawaban. (Tim)














