Pekanbaru, Riauintergritas.com – Agung Nugroho dan Markarius Anwar terus memperlihatkan komitmennya dalam membangun Pekanbaru melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam satu tahun terakhir, arah pembangunan kota mulai terlihat semakin terukur. Pembenahan dilakukan secara menyeluruh mulai dari lingkungan hidup, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur perkotaan.
Di sektor pelayanan publik, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan Mobil AMAN untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara di bidang lingkungan, Gerakan Serbu Sampah mulai digencarkan dengan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Pemerintah juga melakukan penindakan terhadap pembuang sampah ilegal dan menertibkan ratusan tiang reklame demi menciptakan kota yang lebih tertata.
Upaya pengendalian banjir turut menjadi perhatian serius. Pemerintah melakukan penanganan di 20 titik rawan banjir melalui normalisasi sungai, drainase, dan daerah aliran sungai sepanjang ratusan kilometer.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia. Program beasiswa S1 hingga S3, termasuk untuk Hafiz Al-Qur’an, terus dijalankan. Program Zero Putus Sekolah juga berhasil mengembalikan ratusan anak kembali mendapatkan akses pendidikan.
Komitmen di bidang kesehatan diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dalam bidang infrastruktur, capaian pembangunan dinilai melampaui target. Puluhan kilometer jalan diperbaiki, halte diremajakan, penerangan jalan dipasang, hingga penyediaan wifi gratis di sejumlah titik publik.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Program Rp100 Juta per RW serta memperkuat aparatur daerah melalui pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, pelunasan utang daerah warisan senilai Rp467 miliar menjadi salah satu capaian penting. Selain itu, pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.
Di bawah kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar, Pekanbaru juga mulai mengembangkan proyek waste to energy (WTE) sebagai langkah modernisasi pengelolaan sampah menjadi energi.
Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 atas keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan stunting.
Berbagai program yang dijalankan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan Pekanbaru tidak lagi sekadar perencanaan, tetapi mulai diwujudkan melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat.













