Sumatra Barat, Riauintegritas.com – Diduga keras ada permainan dari pihak SPBU 14.275.564 melalui oknum petugasnya dalam hal distribusi BBM subsidi.
SPBU di kecamatan Kamang Baru.
ada dugaan peristiwa yang kerap di alami masyarakat (pengendara) untuk menikmati BBM subsidi Pemerintah sebagaimana mestinya.

“Dugaan adanya permainan antara Oknum SPBU dengan para pengecer, karna kalau tidak bagaimana mungkin kendaraan susah mendapat BBM sampai antrian panjang sementara pengecer bisa membeli banyak,” ujar salah seorang pengendara nama tidak ingin disebut sebagaimana Tim media meliput pengendara tersebut. Kamis (01/05/2025).
Mereka harus antri lama, dikarenakan banyak pembeli eceran dengan jerigen. Seorang pengendara motor mengungkapkan kekecewaannya saat mengisi BBM di SPBU 14.275.564 Kamang Baru.
“Saya datang sejak pagi, tapi antrian kendaraan panjang. Saya sering kesulitan mendapatkan BBM karena stok cepat habis. dan saya lihat banyak pengecer yang mendapatkan BBM dalam jumlah besar menggunakan jerigen. Ini sangat merugikan kami yang butuh BBM untuk kendaraan,” ujarnya.
“Setiap ingin membeli atau mengisi bahan bakar selalu ada alasan BBM habis, tapi anehnya para pengecer bisa membeli dengan mudah. Harusnya SPBU lebih mengutamakan kendaraan, bukan pengecer,” keluhnya.
“Atas adanya pengaduan dari masyarakat setempat, Tim awak Media langsung turun ke lokasi SPBU 14.275.564 Kecamatan Kamang Baru dan melihat langsung ada pengisian pengisian BBM yang banyak ditemui menggunakan jerigen dan itu sudah menjadi suatu pelanggaran.
Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM
Beberapa warga menduga adanya praktek penyimpangan dalam distribusi BBM di SPBU Kamang Baru.
Seorang warga yang enggan disebut namanya mengatakan, “Kami menduga ada permainan antara oknum SPBU dengan pengecer. Karena kalau tidak, bagaimana mungkin kendaraan susah dapat BBM sementara pengecer bisa beli banyak.
Untuk Menanggapi keluhan ini, warga berharap Pertamina SPBU kecamatan Kamang Baru kabupaten Sijunjung segera mengambil tindakan tegas.
Setiap informasi yang didapat dari lapangan dari pengaduan masyarakat kepada Tim awak media akan menyampaikan ke aparat penegak hukum agar segera di tindaki dan di Proses Hukum.
Jika dibiarkan, hal ini akan semakin merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan haknya untuk membeli BBM dengan harga resmi.
Report : SDS















