PKMJ Bengkalis menggelar wayang kulit, tausiah agama, Reog dan jaranan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
BENGKALIS, Riauintegritas.com – Wayang Kulit Bengkalis 1448 menjadi salah satu agenda budaya yang digelar Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa (PKMJ) Kabupaten Bengkalis dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau malam 1 Suro.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pendopo Niti Tresno, Jalan Antara Gang Pendopo, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis itu terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku maupun budaya.
Selain tausiah agama, PKMJ juga menyiapkan rangkaian kesenian tradisional Jawa yang berlangsung selama beberapa hari. Pagelaran seni Reog dijadwalkan pada Jumat malam, 19 Juni 2026 pukul 20.00 WIB. Sementara pertunjukan jaranan atau kuda lumping akan digelar pada Sabtu malam, 20 Juni 2026 mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Ketua Umum PKMJ Kabupaten Bengkalis, Masuri SH, mengatakan momentum Tahun Baru Islam menjadi saat yang tepat untuk melakukan introspeksi dan mempererat kebersamaan masyarakat.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum, tidak hanya bagi masyarakat Jawa saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat dapat hadir dan menikmati rangkaian acara yang telah disiapkan,” ujarnya.
Puncak acara diisi pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan menghadirkan dalang muda Ki Aditya Saputra. Dalam penampilannya, ia membawakan lakon “Wahyu Mandero Retno” yang sarat dengan nilai kehidupan dan pesan moral.
Melalui kegiatan tersebut, PKMJ Kabupaten Bengkalis berharap masyarakat dari berbagai kalangan semakin tertarik untuk mengenal sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa. Wayang kulit sebagai salah satu identitas budaya Indonesia diharapkan tetap hidup dan dicintai generasi muda.














