LANGSA-Bus Sekolah warna oranye bantuan kementerian perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) tahun 2021 lalu, tidak tercatat sebagai aset hibah di DPKA Kota Langsa.
Walau bus sekolah tersebut berada di dalam wilayah Kota Langsa, namun tidak tercatat sebagai kendaraan hibah atau lainnya.
Bus sekolah tersebut mengalami kecelakaan di daerah gunung salak Kabupaten Aceh Utara, saat hendak kembali ke kota Langsa dari Takengon membawa rombongan karyawan RSUD Langsa dengan jumlah korban sebanyak 22 orang luka berat dan luka ringan.
Kepala bidang (Kabid) Aset pada DPKA Kota Langsa Andre Isvani, S.IP MAP, saat ditanya media ini, Kamis, 13 Oktober 2022 diruang kerjanya mengatakan, tentang status bus sekolah warna oranye dari kementerian perhubungan Republik Indonesia tidak tercatat sebagai aset pemerintah Kota Langsa,” terang Andre Isvani.
Kemungkinan bus sekolah tersebut berada di pihak lembaga lain yang tidak diketahuinya.
Informasi yang di peroleh awak media bahwa, bus sekolah tersebut belum memiliki dokumen yang diperlukan oleh sebuah bus sekolah.
Kemungkinan juga belum memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau surat keterangan layak operasi, sehingga bus sekolah yang mengalami kecelakaan di gunung salak masih mengunakan plat percobaan. (MT-007)














