Pekanbaru, RI – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pekanbaru (HMI) Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) menggelar kegiatan Forum Grup Diskusion (FGD) pada Selasa 17 Mei 2022 dengan isu problematika komoditi sawit, dimana sudah menjadi komoditas raksasa di Provinsi Riau.
Namun seperti yang kita ketahui Provinsi Riau untuk badan usaha pengolahan Minyak Goreng Sawit (MGS) dan dari 74 pabrik pengolahan minyak goreng yang ada di Indonesia tidak ada satupun berada di Provinsi Riau, Padahal Riau merupakan daerah penghasil bahan baku MGS terbesar Senasional tahun 2021 berdasarkan hasil survei Industri Besar Menengah (IBS).
Maka dari itu kita seluruh elemen masyarakat riau, mari memfokuskan diri untuk pengusahaan badan usaha industri hilir MGS dan kami dari HMI Cabang Pekanbaru akan menyiapkan rencana kedepannya dalam usaha pengusahaan pengadaan usaha industri hilir MGS di Riau tentunya juga akan menjalin kemitraan dengan setiap pihak atau elemen yang di Provinsi Riau diantaranya pemerintah, akademisi dan lain sebagainya.
Hal ini disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru Wirandi Mustafa Yang didampingi Kabid PPD Habza Jusbil Aktro kepada media. Rabu (18/5/2022).
Disamping itu juga Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru menyampaikan dan mendesak pemerintah untuk mengakhiri pelarangan ekspor CPO yang berdampak kepada para petani sawit pada hari ini, karena berdasarkan hasil kajian diskusi FGD bahwa kebutuhan bahan baku CPO sawit di Indonesia itu hanya membutuhkan 20% disampaikan pemateri dari perwakilan asosiasi petani sawit Riau Bapak Yusro Fadly, S.T.
Dalam kegiatan FGD HMI Cabang Pekanbaru juga di hadiri pemateri dari Komisi IV DPR-RI Bapak Dr. H Suhardi Duka. MM, Senator DPD-RI perwakilan Riau bapak Edwin Pratama Putra. S.H ketua DPRD-Riau bapak Yulisman, S.Si, Perwakilan dari Gubernur Riau dari sekertaris dinas Perkebunan bapak Supriadi, dan yang mewakili Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ibu Elvi dan sangat mengapresiasi HMI Cabang Pekanbaru membuat kegiatan ini dalam mencari langkah solusi dalam menjawab problematika yang terjadi saat ini.**














