TELUKPAMBANG, – Setelah Dedap Durhaka sebuah karya film indie produksi Sanggar Riuh Selat, SMPN 2 Bantan, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, Riau sukses diproduksi lalu dikirim dan diterima panitia lomba Nyalasia di Jakarta, kenduri dan nonton bareng pun digelar, Senin (27/02/2023) malam.
Hadir 100an orang undangan dalam acara yang digelar di aula sekolah ini yang merupakan para pemain, kru, pendukung artistik, orang tua para pemain, beberapa kepala desa, kepala SD, SMA serta tokoh masyarakat.
“Alhamdulillah, dalam perjalanan produksi film Dedap Durhaka ini anak-anak tetap sehat, kami tetap sehat dan semuanya berjalan lancar walaupun perjuangan itu berdarah-darah, Alhamdulillah selesai juga,” kata Kepala SMPN 2 Bantan, Sumantari,MPd yang merupakan produser film tadi seraya menyampaikan ucapan ribuan terima kasih kepada banyak pihak yang tidak bisa disebutkan yang satu persatu.
Ucapan terima kasih disampaikan Sumantari khusus kepada Kepala Desa Teluk Bambang, M Ali yang selalu hadir sejak pertama proses pengambilan gambar hingga selesai.
“Baghang yang tak peghebah keluo tu, dikeluo, baghang yang antik-antik jaman dulu tu dikeluonye dalam tekais-kais kaki tu Alhamdulillah sehingge kami tak payah mencaghi,” beber Sumantari menceritakan Saila, istri Kades M Ali yang menderita asam urat sejak beberapa tahun terakhir seraya menyebutkan artistik tempayan, pelita zaman dahulu yang masih disimpan Kades M Ali. “Mudah-mudahan, Allahlah yang membalas kebaikan Pak Kades dan istrinye,” do’a Sumantari.
Ada beberapa nama yang disebutkan Sumantari secara khusus, mereka adalah Pasla, Kades Pambang Pesisir atas keikutsertaan warganya dalam film tadi, kepada Rahmad dan Zubaidah pemilik rumah Dedap dan mencari ikan yang dijinjing Dedap Kecil.
Didik Susanto pemilik kapal yang telah sarat muatan yang mau berangkat ke Malaysia, Rahmat dan Ahwa pemilik pelabuhan, Siswanto dan Rozana pemilik rumah Jelutung.
“Atas kebaikan bapak-bapak dan ibu-ibu, sekali lagi kami ucapkan terima kasih, kami berharap dan berdo’a atas kebaikan bapak-bapak dan ibu-ibu mendapat balasan dari Allah SWT.
Film ini sudah diterima panitia, kami kembali meminta kepada bapak-bapak dan ibu-ibu, film ini akan menang kalau vottingnya banyak. Tolong bagi tahu keluarga yang di Bengkalis atau di mana saja agar film ini tolong di votting,” harap Sumantari seraya menambahkan bahwa, film Dedap Durhaka ini dimainkan dan dibuat oleh anak-anak daerah SMPN 2 Bantan yang tentunya bernilai motivasi dan bisa saja jadi peluang berakting di kemudian hari dalam film yang lebih baik.
Setelah pembacaan do’a yang dipandu Iskandar, Kepala SMAN 2 Bantan, acara dilanjutkan makan malam bersama, kemudian nonton bersama yang selalu mendapatkan sorak sorai serta tepuk tangan kala di layar proyektor menampilkan akting budak-budak kampung.
“Kami merasa bangga dalam hal ini, desa (Teluk Pambang) yang jauh dari keramaian. Film ini sangat luar biase, putra-putri SMPN 2 Bantan ini. Dalam waktu yang singkat film ini diproduksi tapi suatu kebanggaan bagi kite.
Mudah-mudahan ke depan, berdoalah kite sesudah film ini akan ade film yang lain lagi yang kita buat di daerah ini. Kami atas nama Pemerintah Desa (Teluk Pambang) tetap mendukung segale sesuatu dan lain sebagainye,” kata Kades Teluk Pambang, M Ali setelah selesai menonton film tadi.
Muhammad Aiman Zafran yang berperan sebagai Dedap Besar mengaku berat tokoh yang diperankannya. Meskipun penat, namun asyik. “Asyik ade, penat ade, semue ade. Setelah nonton hasilnye, lege ghasenye,” ungkap Aiman yang bercita-cita menjadi TNI AD ini.
Nurhidayah,SAg yang berperan sebagai Emak Dedap pula mengungkapkan kerja sama semua tim dan tunjuk ajar dari semua kru menjadi motivasi baginya bisa berakting. “Pokoknya tak nyangka bisa jadi macam gini,” katanya singkat dan menambahkan sebelumnya tak pernah berakting, tak pernah bermimpi, beranganpun tidak tapi Insya Allah jika ada produksi film kembali akan siap bermain lagi.
Erys Nando, yang dipercaya menjadi boomer juga sebagai figuran Budak, bersyukur bisa belajar jadi boomer, walaupun penat, letih dan sakit tapi asyik dan mau ikut lagi.
Kemudian, Sumantari berujar, dengan film tadi, menjadi motivasi bagi orang tua/wali untuk mendukung produksi berikutnya apapun bentuk filmnya yang merupakan kreatifitas anak-anak daerah. “Kita berdo’a mudah-mudahan film Dedap Durhaka ini menjadi film yang terbaik. Kita berkomitmen, guru-guru, siswa.
Dan kepala sekolah untuk menggali potensi-potensi yang terus dikembangkan sehingga kedepannya anak-anak kita ini betul-betul menjadi orang-orang yang punya arti dalam kehidupannya sendiri dan juga masyarakat,” kata Sumantari penuh semangat.
Susan Sulistiya yang mendapat peran antagonis sebagai Dara 1 mengaku bahagia bisa berakting di film ini. Sawaludin yang berperan sebagai Jelutung juga mengaku asyik senada dengan yang lainnya termasuk juga Muhammad Khairi Fahrizan yang berperan sebagai Anjang.
Julianto,AMa bapak Dedap juga senada dengan Nurhidayah Emak Dedap yang mendapatkan pengalaman baru serta tidak menyangka dan jadilah sebuah film. “Siang malam syuting, penatnye tak terase tapi yang timbulnye asik, terbayar lunas seperti yang ditampilkan tadi,” kata Julianto. (Rls)














