BENGKALIS- Sungguh hari ini merupakan kebahagiaan bagi kami, untuk dapat hadir di tengah masyarakat Desa Buruk bakul, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Kami berharap ini merupakan wujud semangat kebersamaan kita, untuk terus membangun dan memajukan negeri kita, dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Riau.
Kita menyadari bahwa, amanah pembangunan daerah untuk membawa masyarakat menjadi lebih sejahtera dan bermartabat, menuntut adanya kerja sama dan sinergi dari berbagai elemen masyarakat.
“Oleh karenanya kami menyambut baik inisiasi Pokmas Penggiat Konservasi Sekat Bakau di Desa Buruk Bakul, untuk mengundang seluruh unsur terkait dalam rangka mendorong upaya rehabilitasi ekosistem mangrove, melalui aksi penanaman mangrove secara serentak, yang akan dilaksanakan di beberapa wilayah pesisir Provinsi Riau, mengingat hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Riau Hijau dan Program Pembangunan Rendah Karbon yang kita canangkan bersama,” jelas Gubri.
Peringatan ”Hari Mangrove Sedunia”, yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 26 Juli, pada hari ini kita akan menyaksikan bersama aksi nyata masyarakat, dengan dukungan seluruh unsur terkait, yang akan melaksanakan penanaman mangrove secara serentak,” ujarnya.
” Kami sangat menyambut gembira dan apresiasi setinggi tingginya, atas kegiatan yang melibatkan masyarakat yang terhimpun dalam Kelompok Tani Hutan. Komitmen dan kesungguhannya untuk berperan nyata dalam rehabilitasi ekosistem mangrove sungguh luar biasa dan patut kita banggakan,” kata Gubernur Riau.
Aksi penanaman yang didukung Para pihak, baik unsur Pemprov Riau (DLHK, DKP), Pemkab Bengkalis, Pelaku Usaha dan LSM, akan dilaksanakan secara serentak oleh masyarakat yang terhimpun dalam 35 KTH di wilayah Pesisir Provinsi Riau. Penanaman dan pemeliharaannya akan terus dilaksanakan dengan target, hingga mencapai 200 ribu bibit mangrove sampai dengan Desember 2022. Ini sebuah capaian besar dan tentu perlu dukungan dan dedikasi seluruh unsur terkait,” imbuhnya.
Dalam rangka penguatan upaya rehabilitasi mangrove, dengan target capaian secara nasional hingga Tahun 2024 seluas 600 ribu hektar, telah dibentuk Pokja Pengelolaan Ekosistem Mangrove Nasional. Kelembagaan ini sebagai wadah atau forum komunikasi dan koordinasi Para Pihak terkait, baik di Pusat maupun daerah. Hal ini perlu kita dukung oleh segenap potensi yang ada di daerah, baik pada aspek perencanaan, penganggaran, kelembagaan, pengawasan dan pengembangannya.
Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah meminta Gubernur di 9 Provinsi termasuk Provinsi Riau, untuk mendukung Percepatan Pengelolaan Ekosistem Mangrove sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 120 Tahun 2020, yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Langkah yang perlu dilakukan : 1) melakukan koordinasi dengan para pihak,” tuturnya.
Memastikan ketersediaan rencana, program, kegiatan dan anggaran dalam RPJMD/RKPD, termasuk Dana Desa, 3) meningkatkan kapasitas SDM, dan 4) melakukan pembinaan dan pengawasan kepada Bupati/Wako terkait pelaksanaan hal tersebut.
Bapak/Ibu dan Hadirin yang Berbahagia,
Perkenankan Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih, kepada Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) serta mitra pendukungnya, yaitu HSBC dan CLUA, atas dedikasinya mendukung Pemerintah Provinsi Riau dalam Pengembangan Pengelolaan Pesisir Terpadu dan mempromosikan Solusi Iklim Alami melalui Program MERA.
Salah satu hasil nyatanya adalah, lahirnya Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Riau. Pada kesempatan ini kami akan me-“launching”, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Riau, sebagai komitmen Pemprov Riau menyediakan forum multi pihak yang akan mendampingi KTH/KPS dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove,” ucapnya.
Dengan pendampingan dan fasilitasi ini diharapkan target penanaman dan pemeliharaan bibit mangrove benar-benar dapat terwujud sesuai dengan yang kita harapkan bersama,” ungkap Gubri.
Penghargaan dan ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh unsur yang selama ini telah menunjukkan dedikasinya dalam mendukung dan memfasilitasi upaya rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau. Dukungan BRGM dan Instansi Vertikal Kementerian/ Lembaga beserta mitra strategis lainnya, sangat bermakna dan diharapkan akan dapat dikembangkan di masa-masa mendatang.
Demikian juga dukungan LSM seperti : Bahtera Melayu, Kawali, Yakopi dan Blue Forest, serta partisipasi BUMN dan Pelaku Usaha melalui CSR, seperti Mega Green, Pertamina Sei Pakning dan Envitec, diharapkan dapat terus dibina dan ditingkatkan guna mendukung capaian rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau,” terangnya.
“Kita semua berharap, rehabilitasi mangrove yang didukung Multi Pihak, bisa menjadi solusi atas permasalahan dan tantangan dalam penguatan ketahanan wilayah pesisir. Kami yakin, dengan perbaikan tata kelola mangrove secara terpadu dan berkelanjutan, dapat membantu terwujudnya kualitas pengelolaan sumber daya alam yang semakin baik dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir Provinsi Riau,” urainya.
Tentu saja hal ini akan menyumbang capaian Rencana Aksi Riau Hijau dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Riau yang kita cintai,” tutup Gubri. (Rls/TO)














