BENGKALIS- Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Kuala Alam, Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis tahun 2019-2023 dipertanyakan. Diduga dana sebesar Rp400 juta lebih diselewengkan dan tidak transparan dalam pengelolaan dana tersebut.
Dana ratusan juta lebih ini di bawah kendali eks Kades Kuala Alam dan oknum BumDes yang mana dianggarkan tahun 2019-2023 . Hingga saat ini belum ada penjelasan atas pengelolaan serta peruntukannya.
Hal ini disampaikan masyarakat kuala Alam yang enggan disebutkan namanya mengatakan, meminta agar pejabat/ pengurus BumDes memberikan penjelsan kepada masyarakat dimana anggaran Bumdes ratusan juta lebih tidak jelas.
Infonya dana sebesar Rp400 juta lebih menyewa (kontrak) lahan untuk penanaman nenas. Setau saya lahan yang disewa kontrak BumDes tu lahan milik eks Kades Sudihartono-red, pertahunnya Rp100 juta lebih.
“Dari sekian banyak anggaran itu tidak dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Dana Desa jangan diselewengkan, tetapi harus dikelola dengan baik, transparan dan akuntabel. Manfaat Dana Desa juga harus dirasakan oleh masyarakat Desa dan meningkatkan kapasitas desa, ”ungkapnya.
Menilai tata kelola keuangan selama ini tidak tertib admistrasi serta pemanfaatannya nihil. Patut dipertanyakan, dari sekian anggaran iyang dikelola dugaan adanya permainan oknum BumDes dan eks kades, “bebernya.
Dikonfirmasi terkait adanya dugaan anggaran Bumdes Kuala Alam, Dirut Bumdes Zulkifli mengatakan dana tersebut dialokasikan untuk lahan perkebunan buah nenas. Kalau masyarakat mengatakan lahan disewa pertahun itu tidak benar.
“Lahan kita sewa bagi hasil 2%, hanya biaya pembersihan lahan dan pembelian bibit nenas 15 ribu, tahun 2021 kita sempat panen Rp180 juta. Dikarenakan Covid kemaren makanya harga nenas turun Bang,” ucapnya.
Disinggung terkait dokumen perjanjian sewa lahan dan dokumen laporan tahunan Bumdes Kuala Alam, Zulkifli hanya menunjukan dokumen akhir tahun 2023. (Fer)














