ACEH TIMUR- Pasar Baru Kecamatan Peureulak yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak digunakan oleh para pedagang, yang awalnya mereka berdagang di pinggir jalan.
Pasar Baru tersebut di peruntukan bagi pedagang Ikan dan para pedagang sayur. Pasar ikan lama sudah tidak layak pakai serta para pedagang sayur di sekitar pasar ikan lama juga ikut di pindahkan ke pasar baru tersebut.
Pasar Baru di bangun oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur setalah jembatan selesai di bangun, jembatan yang melintasi sungai (Krueng), Peureulak itu sangat membantu warga yang tinggal diseberang pasar ikan.
Yaitu, Gampong Tanjung Tualang, dulunya warga Gampong tersebut hendak ke pasar Peureulak harus menggunakan sampan, namun sekarang sudah bisa mengunakan jembatan itu.
Setelah pasar itu berdiri seluruh para pedagang ikan dan sayuran di pindahkan ke pasar baru, namun mereka tidak mengunakan pasar itu, tetapi mereka para pedagang mengelar dagangannya di atas badan jembatan.
Tidak ada tindakan dari pemerintah Kecamatan Peureulak, di duga Pemerintah Kecamatan kalah dengan para pedagang.
Informasi yang diperoleh media ini dari beberapa sumber, Jum’at, 7 Juli 2023, bekas pasar ikan dan sekitarnya tidak boleh di gunakan lagi oleh para pedagang.
Namun akhir-akhir ini ada wacana dari para pihak hendak dibangun toko atas lahan bekas pasar ikan dan sekitarnya, disini lah tidak konsisten Pemerintah Kecamatan Peureulak, jika hal itu terjadi akan membuat Pasar Baru.
Dan beberapa toko sudah dibangun oleh masyarakat sebagai penunjang Pasar Baru, agar warga ramai dan nyaman berbelanja akan menjadi terbangkalai.
Seharusnya kata Sumber, Pemerintah Kecamatan harus tegas, agar pasar Peureulak tidak kumuh, seluruh pedagang tidak boleh kembali lagi berdagang di pasar lama dan sekitarnya
Lanjut sumber yang minta namanya tidak ditulis, Awal mulanya lahir jembatan itu di perjuangan oleh tokoh-tokoh masyarakat Peureulak agar warga seberang sungai (Krueng) mudah mengakses keluar masuk ke pasar Peureulak.
Dan setalah jembatan selesai tokoh-tokoh Peureulak kembali memohon kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, agar dapat dibangunkan pasar agar para pedagang ikan dan sayuran bisa berdagang di pasar itu supaya pasar Peureulak tidak kumuh.
” Namun apa yang Terjadi, pasar itu tidak digunakan, malah berdagang di atas bahwa badan jembatan,” ungkap sumber.
Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Timur di duga tidak ada niat untuk memajukan Kecamatan Peureulak, buktinya,” kata sumber.
Para pedagang tidak gunakan pasar baru itu malah berdagang di atas badan jembatan tidak ada tindakan,” ujar sumber.
Juga dengan pemerintah kecamatan Peureulak terutama camat nya tidak ada reaksi untuk menertibkan para pedagang, agar mereka berjualan di dalam pasar Baru tersebut,
” Kami kata sumber, heran melihat para pemangku kepentingan tidak ada upaya, agar ibu Kota Kecamatan Peureulak bersih, nyaman, apa lagi Peureulak terdapat situs Islam Asia Tenggara yang banyak di kunjungi orang luar,” ucap sumber.
Keterangan dari pemerintah Kecamatan Peureulak dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Timur, belum terkonfirmasi menyangkut pasar baru Peureulak tidak digunakan pedagang sampai berita ini di kirim ke redaksi. (mts.007)














