JAKARTA, Riauintegritas.com — TOKEN2049 Singapore 2026 menjadi forum pembahasan perkembangan industri kripto dan Web3 global yang berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 di Marina Bay Sands, Singapura. Dalam keterangan yang diterima redaksi, INDODAX menyatakan turut mengikuti perkembangan teknologi, regulasi, dan kebutuhan pasar aset digital melalui forum tersebut.
Penyelenggara TOKEN2049 mencantumkan lebih dari 25.000 peserta, 7.000 perusahaan, serta lebih dari 500 peserta pameran dari berbagai negara sebagai skala acara tahun ini. Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, investor, pengembang teknologi, dan institusi keuangan dalam ekosistem aset digital. Sumber resmi TOKEN2049.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menilai forum internasional dapat menjadi ruang pertukaran informasi bagi pelaku industri untuk memahami perkembangan pasar dan inovasi di berbagai negara.
“Industri kripto global terus berkembang dengan sangat dinamis. Forum seperti TOKEN2049 memberi kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat inovasi yang berkembang di berbagai negara, membangun koneksi, serta memahami bagaimana ekosistem aset digital terus berkembang,” ujarnya.
Stablecoin hingga Infrastruktur Blockchain Jadi Bahasan
Agenda TOKEN2049 Singapore 2026 mencakup berbagai topik, antara lain investasi aset digital, stablecoin, infrastruktur blockchain, perkembangan Web3, serta keterlibatan institusi keuangan dalam industri kripto. Agenda resmi acara juga mencantumkan pembahasan mengenai perkembangan pasar dan sistem pembayaran berbasis stablecoin. Agenda resmi TOKEN2049.
Sejumlah tokoh dari perusahaan dan organisasi internasional turut masuk dalam daftar pembicara, termasuk perwakilan Nasdaq, Franklin Templeton, Solana Foundation, dan Polygon Foundation. Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan luasnya pembahasan mengenai hubungan antara teknologi blockchain dan sektor keuangan.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan tersebut relevan untuk dicermati seiring bertumbuhnya ekosistem aset digital. Namun, penerapan inovasi tetap perlu mempertimbangkan ketentuan yang berlaku, keamanan sistem, serta perlindungan konsumen.
Aloysia mengatakan, perkembangan global perlu menjadi perhatian pelaku industri nasional agar inovasi yang diterapkan tetap sejalan dengan kebutuhan pasar domestik.
“Indonesia memiliki basis pengguna aset kripto yang besar dan ekosistem yang terus bertumbuh. Karena itu, penting bagi pelaku industri nasional untuk tetap terhubung dengan perkembangan global, sekaligus memastikan bahwa inovasi yang diterapkan di Indonesia tetap memperhatikan regulasi, keamanan, dan perlindungan konsumen,” tambahnya.
Regulasi dan Perlindungan Konsumen Tetap Penting
Kehadiran INDODAX dalam forum tersebut, menurut keterangan perusahaan, menjadi kesempatan untuk bertukar wawasan dengan pelaku industri internasional. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna aset kripto di Indonesia.
Meski demikian, perkembangan industri kripto tidak hanya berkaitan dengan inovasi dan peluang pasar. Keamanan transaksi, pengelolaan risiko, transparansi informasi, dan kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan pengguna.
Partisipasi dalam forum internasional dapat memperluas wawasan pelaku industri. Namun, manfaatnya bagi konsumen Indonesia tetap bergantung pada bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam layanan yang aman, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.













