LANGSA- Program Ketahanan Pangan Gampong pekan Langsa di pertanyakan, usaha Ikan lele hanya isi anak ikan, dan tanaman cabe juga hanya tinggal polibag saja serta tanahnya sudah kering kerontang.
Usaha program Ketahanan Pangan Gampong Desa Langsa itu di letak di antara dinding rumoh toko jalan Iskandar Muda.
Amatan media ini, Sabtu, 1 April 2023, ada beberapa kolam buatan yang di buat dari lapisan plastik dan berangka kolam kayu terlihat di dalamnya tidak ada riak-riak air di duga tidak ada isinya, hal itu terlihat puluhan polibag yang di susun tidak beraturan itu terlihat tidak ada tanamannya di duga sudah punah.
Berdasarkan papan informasi yang di pasang di lokasi program Ketahanan Pangan Gampong pekan langsa itu tertulis angka lebih kurang sebesar Rp. 76.000.000 juta rupiah.
Hal ini menjadi tanda tanya, angka sebesar itu namun hasilnya tidak bisa di harapkan, di duga akan sia-sia anggaran Dana Pangan tahun 2022 Gampong pekan langsa itu.
Gampong (Desa) Pekan Langsa yang mayoritas warga nya ada para pedagang, tidak ada lahan pertanian dan hewani di Gampong (Desa) pekan Langsa, dulunya Gampong pekan Langsa merupakan kelurahan, karena Undang-undang pemerintah Aceh, semua kelurahan di Aceh menjadi Gampong (Desa).
Sehingga program ketahanannya tidak bisa di perioritas kan sesuai dengan aturan pemerintah, maka patut di duga usaha program Ketahanan Pangan Gampong (Desa) pekan Langsa di rekayasa agar sesuai dengan peraturan program pangan desa tahun 2023.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPGM) Kota Langsa, Camat Kecamatan Langsa Kota harus ikut bertanggung jawab jika program pangan Gampong (Desa) Pekan Langsa gagal panen.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Program Ketahanan Pangan Gampong pekan Langsa media ini mencoba menghubungi Geuchik (Kepala Desa) Pekan Langsa berkali-kali namun tidak di respon sampai berita ini di kirim ke redaksi. (MT-007)















