SIAK- Indonesia terselamatkan dari sanksi Federation Internationale de Football Association (FIFA) setelah Erick Thohir Mentri Badan Usaha Milik Negara(BUMN) diutus Presiden Republik Indonesia(RI) Jokowi Widodo untuk melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino di Doha, Qatar, pada Rabu (5/10).
Pertemuan itu digelar setelah terjadinya Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, seperti diketahui ratusan supporter meninggal dunia akibat tragedi di malang, Jawa Timur.
” FIFA ingin bersama Indonesia yang dimana disana ada AFC dan PSSI membentuk transformasi sepakbola yang dimana nantinya FIFA akan berkantor di Indonesia selama Transformasi,” ujar Erick Thohir saat menjelaskan surat dari FIFA.
Erick Thohir menyampaikan bahwa FIFA memberikan alternatif selain mensanksi, akan tetapi ada lima poin aturan yang harus dipenuhi oleh Indonesia untuk terhindar dari Sanksi FIFA.
” Pada poin pertama akan mengaudit ulang dan pemerintah pasti menyetujui dimana melihat stadion sepakbola yang sudah layak dipakai,” terangnya.
Pada poin kedua bagaimana FIFA dan Pemerintah Indonesia harus mentraining semua perangkat hukum agar sesuai dengan TADI aturan yang sudah disepakati dunia dalam penjagaan atau pendampingan pertandingan sepakbola saat dimulai dan sesudah,” paparnya.
Pada poin ketiga supporter harus menjadi bagian dari transformasi, poin keempat pertandingan tidak boleh lagi diatas jam lima, dan pada poin kelima FIFA dan pemerintah Indonesia akan membentuk Tim Tranformasi pada tanggal 18 Oktober 2022,” ujar Erik Thohir.
Dan pada kesempatan ini Erick Thohir menyampaikan kita harus mengapresiasi Pemerintah Indonesia dan FIFA untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia untuk menjadi lebih baik. (GIO)















