BENGKALIS- Terkait adanya dugaan penyelewengan dana Bumdes kuala alam, Rp400 Juta, eks Kades Sudihartono mengatakan apa yang disampaikan masyarkat semua tidak benar.
Pada dasarnya penyampaian masyarakat dalam berita yang sedang viral nya itu tidak benar, baik masalah kontrak sewa tanah, bersekongkol pihak kami dan Bumdes, satupun tidak ada yang benar kegiatan Bumdes itu udah sesuai standar Bumdes.
Alhamdulillah, tiap tahun di audit BPK, kita bukan berarti karena yang bekerja dilapangkan bukan saye, ada PKA. Kalau ada salah ke Bumdes berarti masyarakat menilai kesaye
Tolong Bang, kalau ada informasi dilapangan tolong konfirmasikan ke sayelah Bang, sebagai kepala desa saye menyadari tidak bisa memantau hari-hari detailnya. Tapi kita ada pengawasan BPD, Kalau di Bumdes ada pengawasan di Bumdes.
Kalau secara pencapaian bekerja, Alhamdulillah tercapai masih berjalan, sampai saat ini kita masih optimis masih berjalan dalam arti kata dengan adanya pemberitaan yang memojokkan Bumdes, Apalagi saat ini saye masyarakat, berharap Desa saye bagus, Bumdes bagus, masyarakat makmur dan sejahtera itu harapan saye.
Seperti UMKM kami yang dulu produk ikan lomek tak laku sekarang jadi laku, dengan adanya Bumdes.
Terkait pengelolaan perkebunan nenas dari tahun 2019/2023 dikatakan tidak tercapai 1 kali panen dengan 15 Ribu batang nenas Rp 180 Juta, dikarenakan adanya kendala faktor alam, hama dan bertepatan covid dll nya.
Untuk kelanjutan kerjasama sewa lahan 10 hektar, masih lanjut, walaupun didalam perjanjian tersebut bagi hasil 2%, namun sampai saat ini baru saye terima Rp530 Ribu. Saye tidak merasa rugi namun Saye dirugikan atas pemberitaan seolah olah kami menyewa lahan.
Didalam surat di katakan pinjam pakai, sudah etikat baik dari kami Bumdes boleh pakai silahkan pakai. Kalau pengelolaan kurang tepat itu bukan kemauan kita Bang, kemauan kita tu Desa itu maju, bagus, masyarakatnya makmur, “ucap mantan kepala Desa Kuala Alam Sudi hartono saat dikonfirmasi awak media dikediamannya, Kamis, (18/01/24). (FR)














